ANJAY, SALAHKAH ?

Maksud baik perlu diapresiasi

Lutfi memang bermaksud baik, yaitu agar anak-anak tidak terbiasa dengan bahasa umpatan. Ki Hadjar mengatakan ajining bangsa saka ing budaya. Budaya lesan yang halus menggambarkan kesopnan, oleh karena itu apa jadinya jika anak-anak sudah terbiasa dengan bahasa umpatan. Maksud yang baik ini tentunya perlu diapresiasi. Ajarkan anak pada bahasa yang halus dan sopan. Itu sebetulnya intinya.

Dunia sayangnya sudah berubah. Sesuatu yang sedang viral biasanya menyebabkan banyak orang mencari dan meniru.  Sosok bu Tejo misalnya yang juga sedang viral. Istilah anjaypun kini justru viral karena keprihatinan Lutfi. Hal yang tidak diharapkan. Istilah anjay sebetulnya untuk memperhalus kata umpatan aslinya.   Tujuan kata anjay sebenarnya untuk memperhalus kata aslinya yang mungkin sudah lebih baik. Hanya ketika kata yang haluspun menjadi kebiasaan maka akan menjadi buruk juga pada akhirnya. Public figure perlu memberi contoh untuk tidak menggunakan kata ini.

lemonisa

 air perasan lemon asli

Tulisan ini dipublikasikan di OPINI, Postingan Tidak Dikatagorisasikan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan