Curug Duwur yang Tidak Duwur

Galeri ini berisi 5 foto.

Curug Duwur yang terletak di Desa Bumisari Kabupaten Purbalingga memang cukup duwur (tinggi) tetapi lokasinya memang tidak duwur, karena tidak bikin cape. Air terjun ini menjadi destinasi ekowisata alternatif  bagi para refresher yang sekedar ingin jalan-jalan melepas penat, Curug Duwur … Lanjutkan membaca

Galeri Lainnya | Tinggalkan komentar

Asesmen Kompetensi Minimum

Kemendikbud baru-baru ini menerbitkan e-book yang terkait dengan AKM atau Asesmen Kompetensi Minimum yang menjadi acuan Asesmen Nasional. Asesmen Nasional adalah program penilaian terhadap mutu setiap sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah. Mutu satuan pendidikan dinilai berdasarkan hasil belajar murid yang mendasar (literasi, numerasi, dan karakter) serta kualitas proses belajar-mengajar dan iklim satuan pendidikan yang mendukung pembelajaran. Informasi-informasi tersebut diperoleh dari tiga instrumen utama, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar. Bagi anda yang berminat tanya jawab AKM dapat unduh di sini atau klik gambar

Salah satu komponen hasil belajar murid yang diukur pada asesmen nasional adalah literasi membaca serta literasi matematika (numerasi). Asesmen ini disebut sebagai Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) karena mengukur kompetensi mendasar atau minimum yang
diperlukan individu untuk dapat hidup secara produktif di masyarakat. Berbeda dengan asesmen berbasis mata pelajaran yang memotret hasil belajar murid pada mata pelajaran tertentu, AKM memotret kompetensi mendasar yang diperlukan untuk sukses pada berbagai
mata pelajaran.

Ditulis pada INFORMASI PENDIDIKAN | Tinggalkan komentar

PELAJARAN SEJARAH HILANG ?

Benarkah mapel sejarah hilang ?

Trending topic akhir-akhir ini adalah hilangnya mata pelajaran sejarah. berbagai elemen dan tokoh masyarakat mulai mengkritisi “rencana” kebijakan ini. Mas Menteri membantah bahwa pelajaran sejarah akan hilang dari kurikulum.

Nadiem mengatakan penyederhanaan kurikulum tidak akan dilakukan hingga 2022, hanya melakukan prototyping di sekolah penggerak yang terpilih. Penyederhanaan kurikulum bukan berskala nasional. Nadiem mengatakan tidak akan ada kebijakan yang dikeluarkan sampai tahun 2021 (kompas.com). “Saya ingin menjadikan sejarah menjadi satu hal yang relevan untuk generasi muda dengan penggunaan media yang menarik dan relevan untuk generasi baru kita agar bisa menginspirasi”, lanjutnya.

Nadiem mengatakan tidak akan ada kebijakan sampai tahun 2021, artinya setelah itu masih dimungkinkan artinya kan ?. Apa benar pelajaran sejarah hilang dari kurikulum yang disederhanakan ? Kita lihat sebaran mata pelajaran dalam kurikulum yang disederhanakan dalam gambar berikut ini. Gambar di bawah merupakan screenshot dari materi sosialisasi kurikulu yang disederhanakan.

Kurikulum yang disederhanakan jenjang SD

Kurikulum yang disederhanakan jenjang SMP

Kurikulum jenjang SMP tidak ada mata pelajaran sejarah, seperti halnya yang ada dalam kurikulum SD.

Ditulis pada OPINI | Tinggalkan komentar

PENINGKATAN RASA INGIN TAHU DAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA MELALUI METODE BERCERITA DENGAN BANTUAN BONEKA TANGAN DI KELAS II SEKOLAH DASAR

Oleh : Wahyu Cahyaningrum, Karma Iswasta Eka dan Lia Mareza

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan rasa ingin tahu dan prestasi belajar siswa melalui metode bercerita dengan bantuan boneka tangan pada mata pelajaran IPA di Kelas II Sekolah Dasar. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang terdiri dari dua siklus dan setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan yang memiliki 4 tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas II SD Negeri 1 Karangmalang yang berjumlah 20 siswa, terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan. Siswa kelas II SD Negeri 1 Karangmalang memiliki rasa ingin tahu yang tergolong rendah, hal ini ditunjukkan nilai rata-rata ulangan harian siswa pada mata pelajaran IPA yang masih di bawah KKM. Hasil wawancara terhadap sample dari beberapa siswa menunjukkan bahwa siswa memiliki keingintahuan yang lebih ketika guru menerangkan materi menggunakan metode bercerita dengan bantuan boneka tangan. Prestasi belajar siswa dilihat dari hasil evaluasi pada pertemuan 1 sebesar 78,5 dan pertemuan 2 sebesar 84,5 dengan rata-rata keseluruhan sebesar 81,5, kriteria sangat baik. Perolehan ketuntasan belajar siswa pada akhir siklus II telah mencapai indikator keberhasilan yaitu >85%.

Kata Kunci: Boneka Tangan, Prestasi Belajar, Rasa Ingin Tahu

Naskah lengkap kontak Admin, kode tulisan 2020-01-Wahyu

 

Ditulis pada Penelitian Tindakan Kelas | Tinggalkan komentar