PELAJARAN SEJARAH HILANG ?

Benarkah mapel sejarah hilang ?

Trending topic akhir-akhir ini adalah hilangnya mata pelajaran sejarah. berbagai elemen dan tokoh masyarakat mulai mengkritisi “rencana” kebijakan ini. Mas Menteri membantah bahwa pelajaran sejarah akan hilang dari kurikulum.

Nadiem mengatakan penyederhanaan kurikulum tidak akan dilakukan hingga 2022, hanya melakukan prototyping di sekolah penggerak yang terpilih. Penyederhanaan kurikulum bukan berskala nasional. Nadiem mengatakan tidak akan ada kebijakan yang dikeluarkan sampai tahun 2021 (kompas.com). “Saya ingin menjadikan sejarah menjadi satu hal yang relevan untuk generasi muda dengan penggunaan media yang menarik dan relevan untuk generasi baru kita agar bisa menginspirasi”, lanjutnya.

Nadiem mengatakan tidak akan ada kebijakan sampai tahun 2021, artinya setelah itu masih dimungkinkan artinya kan ?. Apa benar pelajaran sejarah hilang dari kurikulum yang disederhanakan ? Kita lihat sebaran mata pelajaran dalam kurikulum yang disederhanakan dalam gambar berikut ini. Gambar di bawah merupakan screenshot dari materi sosialisasi kurikulu yang disederhanakan.

Kurikulum yang disederhanakan jenjang SD

Kurikulum yang disederhanakan jenjang SMP

Kurikulum jenjang SMP tidak ada mata pelajaran sejarah, seperti halnya yang ada dalam kurikulum SD.

Ditulis pada OPINI | Tinggalkan komentar

PENINGKATAN RASA INGIN TAHU DAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA MELALUI METODE BERCERITA DENGAN BANTUAN BONEKA TANGAN DI KELAS II SEKOLAH DASAR

Oleh : Wahyu Cahyaningrum, Karma Iswasta Eka dan Lia Mareza

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan rasa ingin tahu dan prestasi belajar siswa melalui metode bercerita dengan bantuan boneka tangan pada mata pelajaran IPA di Kelas II Sekolah Dasar. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang terdiri dari dua siklus dan setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan yang memiliki 4 tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas II SD Negeri 1 Karangmalang yang berjumlah 20 siswa, terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan. Siswa kelas II SD Negeri 1 Karangmalang memiliki rasa ingin tahu yang tergolong rendah, hal ini ditunjukkan nilai rata-rata ulangan harian siswa pada mata pelajaran IPA yang masih di bawah KKM. Hasil wawancara terhadap sample dari beberapa siswa menunjukkan bahwa siswa memiliki keingintahuan yang lebih ketika guru menerangkan materi menggunakan metode bercerita dengan bantuan boneka tangan. Prestasi belajar siswa dilihat dari hasil evaluasi pada pertemuan 1 sebesar 78,5 dan pertemuan 2 sebesar 84,5 dengan rata-rata keseluruhan sebesar 81,5, kriteria sangat baik. Perolehan ketuntasan belajar siswa pada akhir siklus II telah mencapai indikator keberhasilan yaitu >85%.

Kata Kunci: Boneka Tangan, Prestasi Belajar, Rasa Ingin Tahu

Naskah lengkap kontak Admin, kode tulisan 2020-01-Wahyu

 

Ditulis pada Penelitian Tindakan Kelas | Tinggalkan komentar

SORONG, KOTA DENGAN BANYAK KENANGAN

Sorong dan sekitarnya

SORONG,  kota kedua yang saya kunjungi di wilayah Papua setelah Manokwari, dan dua kali berkunjung pula. Cita-cita menginjak tanah Papua, propinsi paling timur Indonesia akhirnya tercapai setelah menengok kilometer 0 Indonesia, Sabang. Saya punya impian untuk menginjakan kaki dari Sabang sampai Papua, dan alhamdulillah terwujud juga pada akhirnya.

bersama anak-anak Papua

Ditulis pada INFO TRAVELING, JALAN-JALAN | Tinggalkan komentar

SEKOLAH PEMUDA DESA 2020

Sekolah Pemuda Desa adalah kegiatan yang disediakan untuk pemuda ausia 17-30 tahun. Kegiatan positif hasil kolaborasi antara KPK, Kemendes dan Ketjilbergerak ini diselenggarakan untuk 13 Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Formulir proposal dapat diunduh di sini.

Secara lengkap informasinya silahkan dibaca di flyer di bawah ini.

Ditulis pada INFORMASI PENDIDIKAN | Tinggalkan komentar